Rabu, 11 Januari 2017

MATERI DASAR ARUNG JERAM

pola aliran sungai,arum jeram,jenis jenis sungai,rafting adalah,hilir sungai,apa manfaat sungai,pola sungai,arti rafting,apa itu rafting,

Arung jeram merupakan  suatu kegiatan yang mencakup berbagai unsur, mulai dari olahraga, petualangan, rekreasi, bahkan edukasi. Tidak harus memiliki persyaratan khusus jika anda ingin mengikuti kegiatan arung jeram atau rafting, karena kegiatan arung jeram atau rafting bisa dilakukan mulai dari anak-anak, remaja, maupun dewasa, berikut adalah materi dasar tentang kegiatan arung jeram.

PERALATAN ARUNG JERAM

A. PERAHU

pola aliran sungai,arum jeram,jenis jenis sungai,rafting adalah,hilir sungai,apa manfaat sungai,pola sungai,arti rafting,apa itu rafting,

Bagian-bagian yang ada pada perahu adalah sebagai berikut :
o   Bow and stern
o   Chamber atau yang sering disebut tube
o   Floor
o   Thwart
o   Boat line atau tali kasal
o   D-ring
o   Handling Grip
o   Bilge Hol/ self bailing
o   Valve

Dalam kegiatan arung jeram cara duduk peserta di dalam perahu menyamping dan duduk pada sisi perahu, baik di sisi kanan maupun pada sisi kiri perahu dengan posisi kaki membentuk kuda-kuda pada lantai perahu. Fungsi dari membentuk kuda-kuda ini untuk mengatur keseimbangan badan pada saat melakukan kegiatan arung jeram. Perhatikan juga jangan sampai terdapat bagian tubuh yang terikat atau terlilit dengan tali pada saat melakukan kegiatan arung jeram , karena bisa membahayakan anda ketika perahu mengalami flip atau terbalik. Kemudian perhatikan posisi duduk anda agar mudah untuk menggapai boat line. Jika boat line pada perahu mulai renggang, maka Anda harus segera memberitahukan kepada petugas untuk mengencangkan boat line agar tidak mengganggu selama melakukan kegiatan arung jeram. Jangan lupa untuk mengatur jarak atau posisi duduk dengan rekan anda agar tidak mengganggu anda ketika melakukan kegiatan arung jeram, baik ketika mendayung atau berpindah posisi.

B. PELAMPUNG

pola aliran sungai,arum jeram,jenis jenis sungai,rafting adalah,hilir sungai,apa manfaat sungai,pola sungai,arti rafting,apa itu rafting,

Pelampung adalah bagian penting dalam kegiatan arung jeram, pelampung terbuat dari bahan polyfoam yang di bungkus dengan bahan yang kedap air dan berwana lebih terang, pelampung memiliki berbagai ukuran dan juga jenis. US Coastal Guard menganjurkan bahwa pada setiap kegiatan arung jeram pelampung yang digunakan adalah tipe III , jadi anda tidak perlu khawatir akan tenggelam karena pelampung tipe III ini memiliki daya apung tinggi, yang dihitung berdasarkan berat tubuh rata-rata saat anda berada di dalam air.

Cara pemakaian pelampung seperti mengenakan rompi, dan jangan lupa untuk dipastikan bahwa pelampung tidak berlubang dan strap yang ada di pelampung pastikan dapat di pasang dan dilepas dengan mudah, jangan lupa bantalan kepala berada di luar.

C. DAYUNG
pola aliran sungai,arum jeram,jenis jenis sungai,rafting adalah,hilir sungai,apa manfaat sungai,pola sungai,arti rafting,apa itu rafting,

Pada dayung terdapat 3 bagian yang perlu anda ketahui
o   Pengangan, yang berbentuk huruf “T” atau yang sering disebut dengan “T Grip”
o   Gagang, yang terbuat dari bahan alumunium
o   Blade/bilah, yang terbuat dari fiber dan dilapisi oleh serat karbon yang ringan dan kuat.

Adapun cara mendayung yakni:
Cara memegang dayung dalam kegiatan arung jeram yakni seperti memegang sapu, yang berbeda adalah pada pagian pegangannya yang berbentuk “T” yang di sebut “T-Grip”. Dalam posisi dayung berdiri bagian “T-Grip” digenggam menggunakan 4 jari pada bagian atas dan untuk ibu jari menjepit “T-Grip” bagian bawah. Anda bisa menggenggam bagian gagang dayung dengan lengan yang lain, jaraknya kurang lebih satu jengkal dari bilah dayung. Jangan lupa untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu yang dilakukan secara bersama-sama.


D. HELM

pola aliran sungai,arum jeram,jenis jenis sungai,rafting adalah,hilir sungai,apa manfaat sungai,pola sungai,arti rafting,apa itu rafting,


Helm juga memilikli peran penting pada saat melakukan kegiatan arung jeram. Pilihlah helm yang sesuai dengan ukuran kepala anda. Kemudian jangan lupa untuk memastikan bahwa tidak ada retakan pada helm dan semua tali serta strap masih dalam kondisi yang baik.

INSTRUKSI DALAM PENGARUNGAN

Ketika sudah terbiasa dengan cara memegang dayung, anda akan diberikan instruksi cara menggunakan dayung, instruksi itu disebut dengan “paddle command”. Perinsip yang digunakan pada saat mendayung untuk kegiatan arung jeram adalah tenaga akan disalurkan pada kedua lengan yang menggerakan dayung, dimana itu berfungsi untuk mengatur dan mengarahkan perahu saat mengikuti kegiatan arung jeram. Adapun instruksi dasar teknik mendayung pada saat melakukan kegiatan arung jeram :

Maju (Forward)
Instruksi maju dilakukan oleh semua peserta yang melakukan kegiatan arung jeram. Instruksi ini dilakukan dengan cara menarik bilah dayung yang berada di air ke arah belakang yang searah dengan perahu. Pada saat mendayung ke arah depan posisi bilah dayung tegak lurus terhadap permukaan air dan pada saat keluar dari air posisi bilah dayung diarahkan sejajar dengan permukaan air dan kegiatan ini dilakukan berulang-ulang.

 Mundur (Backward)
Begitu pula dengan instruksi mundur yang di lakukan juga oleh seluruh peserta yang mengikuti kegiatan arung jeram. Instruksi ini dilakukan dengan cara menarik bilah dayung yang berada di dalam air ke arah depan searah dengan perahu dan kegiatan ini dilakukan secara berulang-ulang.

Belok kiri (Turn Left)
Instruksi ini dilakukan untuk mengarahkan perahu ke arah kiri, dimana yang melakukan instruksi ini adalah peserta yang duduk di sebalah kanan dan peserta yang duduk diseblah kiri perahu stop melakukan kegiatan mendayung.

Belok kanan (Turn Right)
Instruksi ini dilakukan untuk mengarahkan perahu ke arah kanan, disini instruksinya kebalikan dari turn left. Dimana yang melakukan instruksi ini adalah peserta yang berada di sebelah kiri dan peserta yang duduk di sisi sebelah kanan tidak melakukan kegiatan mendayung.

Berhenti (Stop)
Instruksi yang akan diberikan untuk menghentikan dayungan adalah “semua dayung tidak beradadalam air, digenggam pada posisi diatas pangkuan”


TINDAKAN PENYELAMATAN (SELF-RESCUE)

Keselamatan peserta sangat penting dalam mengikuti kegiatan arung jeram, karena kegiatan ini banyak  memiliki resiko dan bahaya yang bisa terjadi karena berbagai faktor yakni,  faktor manusia, peralatan maupun faktor alam. Bagi anda yang melakukan kegiatan arung jeram, anda sangat perlu mengetahui tentang self rescue, walaupun kegiatan ini sudah di dampingi oleh petugas yang ahli di bidangnya, namun petugas juga memilikiketerbatasan dan tidak ada salahnya jika kita bisa menolong diri kita sendiri sebelum tim penyelamat datang.

Umumnya tindakan penyelamatan mempunyai prinsip yakni menyelamatkan diri sendiri sebelum menyelamatkan orang lain, begitu juga tindakan penyelamatan dalam melakukan kegiatan arung jeram. Penyelamat harus benar-benar berada dalam keadaan yang aman ketika melakukan kegiatan penyelamatan, untuk menghindari resiko yang lainnya dan kemungkinan bertambahnya jumlah korban. Dibawah ini akan dijelaskan beberapa hal terkait dengan tindakan penyelamatan (self rescue):

A. Swimmer

Swimmer merupakan sutau istilah dimana orang terlempar keluar dari perahu pada saat kegiatan arung jeram. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah jangan merasa panik, karena ketika anda merasa  panik, anda tidak tahu apa yang harus anda lakukan untuk melakukan tindakan self rescue. Jika anda sudah tenang, yang selanjutnya anda lakukan yakni anda harus mengetahui dan menyadari kondisi di sekitar anda.

B. Teknik Berenang di Arus 
a.       Defensive Swimming Position

Dalam kegiatan arung jeram teknik ini merupakan teknik berenang yang mengikuti arus air dengan posisi terlentang dan posisi kaki tertutup rapat, serta selalu pastikan bahwa kaki berada di dalam air. Teknik ini dilakukan untuk arus yang deras menuju ke hilir, jangan lupa untuk menggunakan tangan anda sebagai pengatur keseimbangan atau untuk menuju ke arah tepi sungai. Perlu di ingat  anda harus tetap berusaha untuk mencapai tepian sungai dan segera keluar dari air, serta jangan pernah mencoba untuk berdiri sampai anda mencapai tepian sungai atau berada pada arus yang cukup tenang.

b.      Aggressive Swimming Position

Dalam kegiatan arung jeram teknik ini merupakan teknik berenang yang  melawan arus. Untuk teknik ini dilakukan pada arus yang tenang dengan posisi badan menghadap kehulu. Tujuan dari teknik ini dalam kegiatan arung jeram untuk mendekati perahu penolong dan untuk mencapai tepian sungai dengan cepat.

MATERI DASAR ARUNG JERAM


KLASIFIKASI TINGKAT KESULITAN SUNGAI

Arung jeram merupakan kegiatan yang sangat populer dibandingkan dengan kegiatan di alam lainnya. Di Indonesia banyak sungai yang bisa digunakan untuk kegiatan arung jeram dan sudah dikelola secara profesional oleh beberapa pengelola arung jeram. Ada beberapa klasifikasi atau tingkat kesulitan sungai yang digunakan untuk melakukan kegiatan arung jeram, dibawah ini akan diberi penjelasan tentang klasifikasi tingkat kesulitan sungai untuk kegiatan arung jeram.

1. Class I

Merupakan sungai yang tingkat ke sulitannya rendah, dengan variasi arus mulai dari yang datar, relatif tenang, sampai sedikit beriak di beberapa tempat. Resiko berenang di sungai ini sangat rendah dan rintangan yang ada pun sangat sedikit, sehingga self-rescue bisa sangat mudah dilakukan ketika anda mengalami swimmer.

2. Class II

Pada Class II klasifikasi sungai memiliki kesulitan rendah – menengah,  sungai dengan taraf kesulitan Class II ini sangat cocok untuk pemula, karena memiliki ukuran sungai yang lebar dan arus cukup deras, selain itu lintasan pengarungan pun cukup jelas, bebatuan dan jeram dapat dilewati dengan mudah karena masil dalam level medium. Peserta arung jeram yang mengalami swimmer pun jarang mengalami cidera dan sungai dengan tingkat kesulitan ini sangat cocok untuk melakukan kegiatan dasar arung jeram.

3. Class III

Pada Class III klasifikasi sungai memiliki tingkat kesulitan menengah.  Jeram sudah cukup sulit dan sudah mulai tidak beraturan, bahkan bisa menenggelamkan perahu. Pada lintasan yang sempit kontrol perahu dan manuver-manuver sering dilakukan kemudian pada sungai-sungai dengan lintasan besar pusaran arus yang kuat dan deras sering ditemukan. Jika terdapat peserta arung jeram yang mengalami swimmer, cidera masih sangat jarang ditemukan dan self-recue masih bisa dilakukan namun pada klasifikasi sungai ini bantuan sudah mulai diperlukan. Sungai dengan tingkat kesulitanini cocok untuk kegiatan rekreasi alternatif.

4. Class IV

Pada klasifikasi ini sungai memiliki tingkat kesulitan dengan kategori menengah-tinggi. Arus yang ada pada sungai dengan tingkat kesulitan ini sangat deras namun masih dapat diprediksi dengan mengendalika perahu secara tepat. Teknik yang digunakan untuk mengarungi sungai ini disesuaikan dengan karakter sungai itu sendiri. Selain itu lintasan yang sempit dan adanya jeram – jeram yang besar yang tidak dapat dihindari saangat memerlukan manuver yang cepat dan tepat. Istirahat sejenak pada arus yang sedikit tenang perlu dilakukan sebelum memulai manuver kembali. Pada kategori sungai ini resiko cedera pada para penumpang yang mengikuti kegiatan arung jeram cukup besar dengan kondisi air yang memiliki arus deras membuat self-rescue cukup sulit untuk dilakukan sehingga sangat dibutuhkan pertolongan. Untuk pertolongan bantuan harus dilakukan dengan orang yang sudah mendapatkan latihan khusus sehingga teknik penyelamatan dapat dilakukan dengan baik dan benar.

5. Class V

Pada klasifikasi ini sungai memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Sungai dengan kesulitan ini hanyak cocok untuk orang yang sudah menguasi teknik arung jeram dan memiliki pengalaman pada sungai dengan tingkat kesulitan sepereti ini. Sungai dengan kesulitan tinggi memiliki banyak jeram dan panjang yang memiliki rintangan sehingga bisa menyebabkan resiko bagi seorang pendayung. Selain itu adanya drops atau penurunan tiba – tiba, tebing terjal yang tidak dapat dihindari, hole, bahkan sampai terdapat air terjun seiring dijumpai pada sungai dengan tingkat kesulitan tinggi. Banyak kombinasi jeram yang sangat berbahaya dan mematikan, jika terdapat peserta yang terlempar pada saat mengikuti kegiatan arung jeram ini akan sangat berbahayadan kegiatan penyelamatan cukup sulit dilakukan bahkan untuk orang yang sudah mahir.

6. Class VI

Pada klasifikasi ini sungai berada di taraf kesulitan tertinggi. Hampir tidak mungkin sungai pada taraf kesulitan jenis ini dilakukan kegiatan arung jeram karena jeram yang ada tidak dapat di prediksi dan sangat berbahaya. Jika terdapat suatu kesalahan kecil saja, tindakan penyelamatan hampir tidak mungkin untuk dilakukan. Sesuai dengan tingkat kesulitan yang dimiliki orang-orang yang melakukan arung jeram disungai ini hanyalah tim khusus yang memiliki keahlian tinggi dan telah sering melakukan arung jeram pada sungai dengan tingkat kesulitan kelas V. 

Untuk konsultasi TrainingMotivasi Malang, Outbound Malang, Batu alam Rafting, Kaliwatu Rafting, Wisata Malang, Travel dan Hotel di Malang Jatim yang sesuai dengan kebutuhan tim anda, Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut :
JAKARTA
Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220
Mobile: 085 311 091 054 / 081 334 664 876
SURABAYA
Jl. Purwodadi 2 No. 54B Surabaya
Mobile: 0858 1219 5551 / 085 755 059 965
MALANG
Perum Taman Landungsari Indah N1 Malang
Mobile : 082 231 080 521 / 087 836 152 078
Pin BB : 5E0C2C45
Email :
indonesiasukses@yahoo.com
indonesia.tips@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar